Budaya dan Konteks
Chinese Business Taboos: 10 Hal yang Harus Dihindari Eksekutif Indo
10 taboo paling sering bikin profesional Indo offend partner China tanpa sadar. Warna, angka, gift, topic conversation, dan dining behavior.
By Lynda Lysandra
Co-Founder, Mastery Circle Education · 14+ years placing Indonesian students into elite Asian universities
Eksekutif Indo yang baru deal dengan partner China sering bikin kesalahan kultural tanpa sadar. Beberapa minor, beberapa major. Aku list 10 taboo yang paling sering bikin relationship stuck.
Color dan number
**1. Hindari warna putih dan hitam di gift wrapping.** Putih dan hitam associated dengan funeral. Pakai merah, emas, atau pink.
**2. Hindari angka 4.** 四 (sì, four) sound mirip 死 (sǐ, death). Hindari kasih gift dalam 4 unit, set price ending 4, atau room 4xx.
**3. Angka 8 lucky.** 八 (bā) sound mirip 发 (fā, prosper). Pakai untuk price atau quantity yang positive.
Gift
**4. Jangan kasih jam dinding atau pocket watch.** 送钟 (sòng zhōng, give clock) sound mirip 送终 (attend funeral). Cardinal sin.
**5. Jangan kasih pisau, gunting, atau sharp object.** Symbolize cutting relationship.
**6. Jangan kasih pir (pear) sebagai gift untuk couple.** 梨 (lí, pear) sound mirip 离 (lí, separate). Bad omen.
Conversation topic
**7. Hindari Taiwan independence, Tibet, Tiananmen.** Highly political, ngga ada upside dari bahas ini.
**8. Hindari direct salary comparison.** Beda dari Western workplace yang OK bahas comp.
**9. Hindari menolak makanan keras.** Host kasih makanan sebagai gesture. Polite no acceptable tapi sopan, jangan reject tegas.
Dining behavior
**10. Jangan tancepin chopstick vertikal di rice.** Mirip dengan incense at funeral. Letakkan di chopstick rest atau horizontal di mangkuk.
10 taboo ini ngga harus dihafal seperti rule book. Yang penting awareness — kalau ragu, observe host atau senior counterpart dulu. Ask MMC kalau prep specific meeting plus cultural context yang tertentu. MMC integrate cultural training di business Mandarin track.
Mau diskusi langsung kasus kamu?
Cultural training di MMC